Menjelajah Waerebo

Waerebo terkenal dengan keunikan dan nilai tradisionalnya, yakni rumah kerucutnya atau orang sana menyebutnya mbaru niang. Lokasi kampung Waerebo berada di bawah kaki gunung. Untuk kesana, tim sukapergi menghabiskan waktu sekitar 8 jam. Perginya jangan kesorean ya, soalnya tidak diperbolehkan trekking di atas jam 4 sore.

Perjalanan dimulai dari kota Ruteng menuju Dintor. Waktu tempuh memakan waktu 3 jam dengan kondisi jalanan yang sempit, naik-turun, dan ditemani pemandangan hutan,laut dan bukit-bukit yang indah.Untuk transportasi, kamu bisa menggunakan Otokol, truk angkutan umum, dengan biaya 30rb atau Ojek, dengan biaya 150rb. Dintor berada di pesisir laut sehingga cuacanya cukup terik.Tapi bagi kamu yang tinggal di Surabaya rasanya biasa aja sih.



Sesampainya di Dintor banyak warga-warga melihat kita kayak orang asing tetapi warga disana ramah-ramah kok :D. Di Dintor hanya ada dua penginapan. Penginapan Waerebo Lodge milik Pak Martinus Anggo, orang Waerebo asli, berada di tengah-tengah sawah dan lebih kerennya lagi kamu juga bisa melihat pemandangan laut plus Pulau Mules dari lodgenya. Keren atau Bingung? Untuk penginapan yang satu lagi, Waerebo homestay ada di Desa Denge, desa terakhir sebelum perjalanan ke Waerebo. Homestay ini milik Pak Blasius Monta adiknya Pak Martinus dan salah satu orang yang berjasa dalam pembangunan Waerebo sehingga Waerebo menjadi terkenal dan destinasi wisata favorit. Lokasi homestay dekat dengan Sekolah Dasar Denge dan Perpustakaan Denge. Kami menginap disini karena homestay ini lebih murah dibandingkan Waerebo Lodge. Biayanya 200ribu per orang dan disediakan makan pagi dan malam.

Di Waerebo ada tujuh mbaru niang, tetapi karena termakan usia dua mbaru niang menjadi rusak. Nah, pak Blasius inilah yang berjasa mendapatkan bantuan dari pihak swasta dan pemeritah sehingga rumah adat Waerebo berjumlah 7 lagi seperti semula didirikan.

Tidak hanya kampung Waerebo, ternyata ada kampung tradisional lain yaitu Kombo. Waerebo merupakan pemekaran dari Kombo. Di Kombo juga ada mbaru niang. Tetapi jumlahnya lebih sedikit dari Waerebo, yakni hanya satu rumah.

Perjalanan kami ke Waerebo dimulai dari Desa Denge, desa terakhir sebelum Waerebo. Jalannya dimulai dari SDK Denge. Trek awal adalah cukup lebar dan bebatuan. Jalurnya berbukit-bukit menanjak dan melewati semak-semak, katanya banyak ular jadi harus hati-hati.

Perjalanan menanjak terus membuat capek apalagi bagi yang tidak biasa mendaki seperti kami.  Sampainya lumayan lama sekitar 2 jam baru sampai pos yang ada sinyal. Tempat ini jadi pencarian sinyal hp para turis yang mau update medsos atau kontak kenalannya.

Rombongan kami terdiri dari 4 orang, dan tim sukapergi paling lambat jalannya. Stamina ngos-ngosan ketauan jarang olahraga  Jadi nyusahin guidenya hehehe

Dari pos yang ada sinyal, jalan menjadi datar sehingga tidak terlalu melelahkan. Pos berikutnya setelah 1 jam perjalanan dari pos sinyal adalah pos pemantau. Pos ini terbuat dari bambu dan atapnya dari alang-alang seperti mbaru niang.

Guide menjelaskan bahwa seribu tahun lalu orang minangkabau membuat kampung disini dan merekalah nenek moyang Waerebo, tapi kami melihat sepertinya tidak ada budaya atau unsur Minangkabau yang tertinggal di suku Manggarai, suku asli Waerebo.

Ketika kami hampir sampai di Waerebo, guide memukul kentungan yang menandakan ada tamu mau datang. Kemudian, kami melewati perkebunan kopi hingga sampai ke gerbang Waerebo.

Selamat Datang di Waerebo!

Sebelum berkeliling desa, pengunjung harus masuk kerumah utama (rumah gendang) untuk upacara adat dan ijin kepada leluhur. Selain itu, kita wajib memberikan sumbangan sukarela kepada kepala adat sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya tradisional nusantara



Kita bisa menginap di Waerebo. Per orang dikenakan 300ribu perhari dan sudah dapat makan tiga kali. Kalau hanya sekedar melihat-lihat juga boleh saja, hanya ada biaya 200rb dapat makan satu kali.  Masyarakat Waerebo juga memproduksi kerajinan tangan yang bisa dijadikan oleh-oleh, ada kain tenun, kopi Waerebo, gantungan kunci dll. Untuk kain harganya mulai dari 100ribu. Siapkan uang secukupnya ya sebelum ke Waerebo.\

Info trip:

Siapkan uang minimal 1,5 jt untuk biaya perjalanan ke Waerebo dikarenakan akses untuk ATM cukup sulit.

Cuaca disana lumayan panas bawalah sunblock, obat-obatan, dan pelindung seperti topi

Perjalanan menuju Dintor dan Waerebo harus hati – hati dikarenakan medan yang cukup sulit

Jika anda ingin mengirit biaya, sebaiknya pergi lebih pagi agara tidak menginap di Dintor atau Denge

Untuk ke Waerebo harus menggunakan jasa guide biaya yang ditarik 200rb/ rombongan

Total perjalanan ke Waerebo 6 jam dari Ruteng. Siapkan stamina yang cukup dikarenakan perjalanan yang sangat melelahkan (3 jam trekking dari Desa Denge)